• Candi Pringapus

    Candi Pringapus adalah candi di desa Pringapus, Ngadirejo, Temanggung 22 Km arah barat laut ibu kota kabupaten Temanggung. Arca-arca berartistik Hindu yang erat kaitanya dengan Dewa Siwa menandakan bahwa Candi Pringapus bersifat Hindu Sekte Siwaistis.

  • Pikatan Waterpark

    Pikatan Waterpark diambil dari nama raja Mataram Kuno, Rakai Pikatan, yang berkuasa sebelum tahun 900 M. Pikatan Water Park dibuka pada tahun 2009 dan menjadi salah satu objek wisata andalan yang ada di Temanggung mulai 1 Januari 2010, tempat wisata ini dikelola oleh PD Bhumi Phala Wisata

  • Tarian Kuda Lumping

    Kuda Lumping, merupakan salah satu kesenian tradisional yang sangat terpopuler di wilayah Kab. Temanggung dan sekitarnya, banyak kalangan meminati kesenian tersebut. Tua muda bahkan anak-anak tau tentang kesenian ini dan sangat menyukainya. Hampir di tiap desa terdapat kesenian tradisioanal ini, apalagi di daerah lereng gunung yg sangat terkenal akan ke bringasan dalam memainkan kesenian tradisional ini. Bahkan sampai biaya berapapun mereka keluarkan demi kesenian tradisionalya itu berkembang.

  • Gunung Sindara

    Gunung Sindara, biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro (altitudo 3.150 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindara terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.

  • Kebun Teh (Kledung)

    Kledung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia. Daerah ini termasuk jenis daerah dataran tinggi dan cocok untuk daerah pertanian. Hasil pertanian utamanya antara lain: tembakau, teh, dan palawija. Pos pendakian Gunung Sumbing juga terdapat di daerah Kledung ini.

  • STMIK AMIKOM Yogyakarta

    STMIK AMIKOM Yogyakarta Berdasarkan peringkat Webometrics Juli 2011 berada pada peringkat 2168 dunia, di Asia Tenggara berada pada peringkat 79 dari seluruh Perguruan Tinggi di Asia Tenggara. Untuk College (Sekolah Tinggi, Politeknik, Akademi), STMIK AMIKOM Yogyakarta berada pada peringkat 2 dari seluruh College di Asia Tenggara. Saat ini STMIK AMIKOM Yogyakarta sebagai Perguruan Tinggi Percontohan Dunia Model Private Entrepreneur oleh UNESCO sejak 2009.

Kamis, 28 Februari 2013

Posted by Unknown
No comments | 04.58

Pikatan Water Park

Pikatan Water Park merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Temanggung terletak sekitar empat kilometer dari kota Temanggung arah selatan.
Objek wisata air ini seluas dua hektare mempunyai 10 buah "waterslide" sepanjang lima hingga 50 meter dan lima buah kolam termasuk kolam prestasi. Selain itu juga terdapat mainan ember tumpah, permainan sliding sepanjang 21 meter, dan jembatan goyang.
Tempat wisata ini memiliki karakteristik wisata alam dengan suasana tenang, udara sejuk dan segar. Salah satu keunggulan Pikatan Water Park adalah airnya berasal dari mata air yang jernih, bersih, dan alami yang jarang dimiliki wisata sejenis di daerah lain.
Pada hari libur pengunjung objek wisata ini sangat ramai mencapai 2.000 orang/hari, sedangkan pada hari-hari biasa sekitar 200 orang/hari.
Di sekitar objek wisata ini terdapat beberapa tempat pemancingan sehingga pengunjung bisa menikmati ikan bakar atau ikan goreng dari berbagai jenis ikan air tawar.
Pikatan Water park yang semula bernama Pikatan Indah ini mempunyai nilai historis terkait dengan kejayaan Rakai Pikatan pada masa Kerajaan Mataram Hindu (Mataram Kuno).
Rakai Pikatan adalah salah seorang keturunan Wangsa Sanjaya yang memerintah Kerajaan Mataram Hindu. Dia keturunan ketujuh dari Raja sanjaya bergelar Rakai Sang Ratu Medang.
Nama Rakai Pikatan tertulis pada Prasasti Wanua Tengah III (784 M) dengan nama lengkap Rakai Pikatan Dyah Seladu. Sebelum jadi raja, ia sempat digembleng masalah keagamaan di Biara Pikatan yang didirikan Rakarayan I Hara, adik Raja Sanjaya.
Rakai Pikatan juga disebutkan dalam Prasasti Gondosuli (832 M) terletak di Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu. Dalam prasasti ini disebutkan bahwa salah satu keturunan dari Sanjaya bernama Rakai Pikatan.
Rakai Pikatan mendapat tanah kekuasaan seluas 300 jangka di sebuah dusun yang kini dikenal sebagai Dusun Mudal. Di tempat ini ditemukan batu-batu bekas reruntuhan bangunan kuno yang mengisyaratkan bahwa dulu pernah berdiri sebuah biara
Hindu.

0 komentar:

Posting Komentar